Skip to content

Kisah sebuah pensil

Maret 29, 2008

sebuah cerita yang dapat direnungkan untuk kita, mengenai sebuah pensilPensil, sejak kecil kita mengenal barang itu dan menggunakannya . barang itu sudah akrab dan tidak asing lagi bagi kita dan seluruh lapisan masyarakat, dari yang kaya hingga yang miskin, seluruh manusia mengenalnya, tetapi pernahkah kita merenungkannya ? Ternyata , pensil itu memberikan gambaran dan makna yang luar biasa tentang hidup ini, hidup orang beriman….. coba sejenak marilah kita memberikan waktu secara khusus merenungkan PENSIL bagi hidup manusia dengan segala dinamikanya, secara khusus bagi hidup iman kita….

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “ nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya ? atau tentang aku ? ” . mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “ sebenernya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai .” “ nenek harap kamu bakal suka pensil ini ketika kamu besar nanti “ ujar si nenek lagi.

 Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.” Tapi nek seppertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “ itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini “. “ pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalo kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu dalam hidup ini “. Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil 

kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan TUHAN, TUHAN akan selalu membimbing kita menurut kehendaknya”. 

kualitas kedua, dalam proses menulis , nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamnnya kembali. Begitu juga dengan kamu. Dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik” 

kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata – kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalhan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar. 

kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luaranya, tetapi arang yang ada di dalm sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati hati dan menyadari hal hal di dalam dirimu . 

kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda / goresan . seperti juga kamu , kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan atau kesan . oleh karena itu selalulah hati – hati dan sadar terhadap semua tindakan .” Bagaimanakah diriku ?Sudahkah aku berani menempatkan diri sebagai sebtang pensil di tangan Sang Pencipta, Sang Pelukis agung ? sehingga pensil memberikan gambar dan coretan yang indah, jelas terbaca di tengah dunia yang serba tidak menentu ini ? ataukah…… Adapatasi dari buku “ like the flowing river “ by Paulo Coelho

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. Maret 29, 2008 3:27 am

    om kata Tuhan-nya sebaiknya huruf besar karena sama halnya kita meng Agungkan heheheheheh

  2. rudimustafa permalink
    Juni 14, 2008 1:16 pm

    ada suatu yang bermakna….bahwa segala yang ada didunia sudah diberikan-Nya tamsil di kehidupan sehari-hari …ada contoh yang buruk..dan ada contoh yang baik….untuk tulisan diatas aku berikan nilai 9….kenapa bukan 10 ?…karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT….

  3. Juli 2, 2008 1:47 pm

    “ kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata – kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalhan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

    “ kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luaranya, tetapi arang yang ada di dalm sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati hati dan menyadari hal hal di dalam dirimu .

    “ kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda / goresan . seperti juga kamu , kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan atau kesan . oleh karena itu selalulah hati – hati dan sadar terhadap semua tindakan .” Bagaimanakah diriku ?Sudahkah aku berani menempatkan diri sebagai sebtang pensil di tangan Sang Pencipta, Sang Pelukis agung ? sehingga pensil memberikan gambar dan coretan yang indah, jelas terbaca di tengah dunia yang serba tidak menentu ini ? ataukah…… Adapatasi dari buku “ like the flowing river “ by

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: